SELAMAT DATANG DI WEB BLOG DINKES KAB MELAWI

Kamis, 06 Desember 2012

Angka Kematian Bayi 2011


Angka Kematian Bayi (AKB)

Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah yang meniggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.
 
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator yang biasanya digunakan untuk  menentukan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu banyak upaya kesehatan yang dilakukan untuk menekan dan menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB).

Berdasarkan target tujuan pembangunan milenium (MDGs), pada tahun 2015 angka kematian bayi adalah 19 dari tiap 1.000 kelahiran. AKB relevan dipakai untuk memonitor pencapaian target program karena mewakili komponen penting pada kematian balita. Data kematian yang terdapat pada suatu komunitas dapat diperoleh melalui survei, karena sebagian besar kematian terjadi di rumah, sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia berasal dari berbagai sumber, yaitu Sensus Penduduk , Surkesnas, dan Survei Demogratif dan Kesehatan Indonesia (SDKI).

Beberapa tahun terakhir AKB telah banyak mengalami penurunan yang cukup besar meskipun pada tahun 2001 meningkat kembali sebagai dampak dari berbagai krisis yang melanda Indonesia. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia dari tahun 1995 sampai dengan tahun 1997 cenderung menurun yakni 50 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, pada tahun 2003 Angka Kematian Bayi (AKB) mengalami penurunan yang sangat signifikan mencapai 35 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan hasil SDKI tahun 2007 mengestimasikan AKB sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup.

Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Melawi dari tahun 2007 dilaporkan sebanyak 24 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, pada tahun 2008 AKB menurun menjadi 17 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2009 AKB di Kabupaten Melawi terjadi penurunan yaitu sebesar 11 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, akan tetapi 2010 AKB kembali meningkat sebesar 33 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2011 AKB di Kabupaten Melawi 27 kematian bayi dari angka kelahiran hidup.

Berbagai faktor dapat menyebabkan adanya penurunan Angka Kematian Bayi seperti yang ditampilkan pada grafik di atas, diantaranya pemerataan pelayanan kesehatan berikut fasilitasnya. Hal ini disebabkan Angka Kematian Bayi sangat sensitive terhadap perbaikan pelayanan kesehatan. Selain itu, perbaikan kondisi ekonomi yang tercermin dengan pendapatan masyarakat yang meningkat juga dapat berkontribusi melalui perbaikan gizi yang berdampak pada daya tahan terhadap infeksi penyakit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar