SELAMAT DATANG DI WEB BLOG DINKES KAB MELAWI

Selasa, 01 Januari 2013

Angka Kematian Ibu (AKI) 2010



Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka Kematiabn Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR) adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, dan bukan karena sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup.

Angka ini berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan terutama pada ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu pada masa nifas. Infomasi mengenai tingginya Angka Kematian Ibu akan bermanfaat untuk pengembangan program peningkatan kesehatan reproduksi, terutama pelayanan kehamilan dan membuat kehamilan yang aman (making pregnancy safer) serta Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) oleh tenaga kesehatan terlatih, persiapan sistem rujukan dalam penanganan komplikasi kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran, yang semuanya bertujuan mengurangi Angka kematian Ibu dan meningkatkan derajat kesehatan reproduksi

Indikator utama pembangunan kesehatan berupa Angka Kematian Ibu (AKI) saat ini setali tiga uang dengan Angka Kematian Bayi. Pada saat ini diperkirakan 228 orang ibu meninggal dalam tiap 1.000 proses persalinan di Indonesia. Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan ditargetkan dalam MDGs pada tahun 2015 adalah 110, dengan kata lain akselerasi sangat dibutuhkan sebab pencapaian Indonesia terhadap target ini masih cukup jauh.

Penyebab langsung berkaitan dengan kematian ibu adalah Komplikasi pada kehamilan, persalinan dan nifas yang tidak tertangani dengan baik dan tepat waktu. Dari hasil survei (SKRT 2001) diketahui bahwa komplikasi penyebab kematian ibu yang terbanyak adalah perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (eklampsia), infeksi, partus lama dan komplikasi keguguran. Angka kematian bayi baru lahir terutama disebabkan oleh antara lain infeksi dan berat bayi lahir rendah. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan kondisi kehamilan, pertolongan persalinan yang aman, dan perawatan bayi baru lahir.

Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Melawi dari  tahun 2007 sebanyak 4 kasus kematian ibu, tahun 2008 sebanyak 2 kasus kematian ibu, penurunan terjadi pada tahun 2009 sebanyak 1 kasus kematian ibu. Akan tetapi  pada tahun 2010 Angka Kematian Ibu meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 4 orang, pada tahun 2011 Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Melawi mengalami penurunan sebanyak 3 kasus kematian ibu.

Angka kematian ibu bisa lebih tinggi antara lain disebabkan oleh beberapa faktor antara lain distribusi tenaga medis tidak merata, minimnya sarana kesehatan dan minimnya sarana dan prasarana transportasi untuk menjangkau layanan kesehatan oleh warga khususnya di daerah terpencil. Serta semakin baiknya sistem pencatatan dan pelaporan dari petugas-petugas kesehatan yang ada dipedesaan, sehingga pendataan semakin baik. Untuk menekan Angka Kematian Ibu di Kabupaten Melawi  kita masih melakukan  terobosan-terobosan seperti pendistribusian tenaga kesehatan yang merata termasuk peningkatan kualitas layanan bagi petugas kesehatan terutama dipedesaan dan menyediakan sarana dan prasarana layanan kesehatan khususnya di daerah terpencil, dan meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan di lapangan. Mudah-mudahan dengan terobosan-terobosan tersebut di tahun yang akan datang di Kabupaten Melawi dapat menekan dan menurunkan Angka Kematian Ibu.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar